Showing posts with label Adventurous. Show all posts
Showing posts with label Adventurous. Show all posts

Thursday, 22 March 2018

BIKIN E PASPOR DI IMIGRASI JAKARTA PUSAT GAMPANG BANGET!



Ceritanya, Bapaknya si kecil dapet tiket liburan gratis gitu bulan April. Karena nggak mungkin ninggalin si anak cinta, jadi kami memutuskan untuk membuatkan dia paspor supaya dia bisa ikut. Sekalian aja bikin e paspor, karena e paspor punya benefit yang keren banget, yaitu gaperlu antri pengecekan manual di gate keluar bandara dan bisa bebas visa ke Jepang (tetap harus mengajukan ke kedutaan jepang ya).

Well, ternyata membuat e paspor itu gampang banget loh. Yuk simak cara, tahapan dan tipsnya di sini :)

1. Daftar antrian.
Pilih kantor imigrasi yang bisa mendaftar / antri via WA. 
Kenapa? Karena via aplikasi itu susah banget dapet kuota. Trust me! 
Untuk pendaftaran Paspor via Whatsapp, hanya bisa dilakukan di beberapa Kanim. Antara lain Bogor dan Jakarta pusat. Tapi, karena saat ini pembuatan E - Paspor hanya bisa di Jakarta, Surabaya dan Medan, Jadi pilih Jakarta Pusat dong. Soalnya itu yang paling dekat dengan tempat tinggal.
Caranya  dengan mengetik data diri dengan format:

#NAMA#TanggalLahir#TanggalKedatangan.

Contoh
 #Ameera Raihana Akbar#03022016#13032018
tapi waktu itu saya daftar pakai nama saya
 #Kiki Zakiah#20041989#13032018

lalu kirim ke nomor Whatssap Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat : 0812 9900 4406

Setelah terkirim, Kanim akan membalas pesan dalam bentuk barcode yang berisi kode booking seperti di bawah ini. 




nah, kita balas dengan mengetikkan kode persetujuan. setelah itu akan ada balasan lagi :


Sebaiknya datang 30 menit sebelum jadwal yang telah diberi. Karena jika terlambat, kode booking akan hangus dan harus mendaftar ulang.

2. Siapkan dokumen
Kita bisa tahu apa aja dokumen yang diperlukan dengan mengetik #persyaratan ke nomor antrian WA Kanim Jakpus tadi. Sebenarnya nggak banyak kok, syaratnya. Yang saya bawa untuk pembuatan paspor Ameera cuma ini :
1. KTP saya dan suami 
2. KK 
3. Akta kelahiran, dan untuk anak yang belum memiliki KTP kayak Ameera, ditambah : 
4. Surat pernyataan yang ditandatangani kedua orangtua. Form ini bisa dibelii koperasi kanim jakpus yang letaknya tepat di belakang gedung kantornya. Sediakan materai 6000 ya.
5. Buku nikah kami, orangtuanya. 

Lengkapnya seperti ini di bawah ini. Baca pelan-pelan ya :p

PERSYARATAN PERMOHONAN PASPOR DEWASA 

1. Kartu tanda penduduk elektronik / surat keterangan sebagai pengganti KTP sementara ( asli dan fotokopi );
2. Kartu keluarga ( asli dan fotokopi );
3. Akta kelahiran, akta perkawinan atau buku nikah, ijazah ( asli dan fotokopi  memuat nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua);
4. Surat Pewarganegaraan Indonesia bagi orang asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ( asli dan fotokopi );
5. Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama ( asli dan fotokopi );
6. Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki paspor biasa ( asli dan fotokopi );
7. Bagi pemohon yang paspor lamanya hilang, agar melampirkan surat keterangan hilang dari kepolisian yang mencantumkan nomer paspor dan masa berlaku paspor lama yang hilang ( asli );
8. Dokumen pendukung lainnya sesuai Surat Edaran Dirjenim No. IMI-0277.GR.02.06 Tahun 2017 tentang Pencegahan Tenaga Kerja Indonesia Non Prosedural
a. Untuk tujuan bekerja melampirkan surat rekomendasi dari dinas tenaga kerja dengan id tki yang berlaku (asli dan fotokopi);
b. Untuk tujuan umroh / haji melampirkan surat rekomendasi dari kantor kemenag & surat keterangan dari penyelenggara perjalanan ibadah umroh / haji khusus (ppiu/ppih)(asli);
c. Untuk magang (pelatihan) & bursa kerja khusus melampirkan surat rekomendasi dari ditjen pembinaan pelatihan & produktivitas, kementerian tenaga kerja (asli);
9. Dokumen tambahan  dapat diminta kepada pemohon oleh petugas bila ditemukan keraguan saat dilakukan wawancara.
Pastikan data pada setiap dokumen sama!!!!!Jika terdapat perbedaan data pada ktp elektronik / kk dengan dokumen identitas diri agar dapat di benarkan terlebih dahulu.
Surat asli dokumen dan paspor lama (bagi yang telah memiliki paspor) harus dibawa lengkap saat pengajuan paspor
Permohonan akan ditolak bila tidak lengkap/tidak sama/tidak identik  dan pembayaran permohonan paspor yang telah tersetor pada kas Negara tidak dapat dilakukan penarikan kembali.

PERSYARATAN PERMOHONAN PASPOR ANAK 

1. Kartu tanda penduduk elektronik kedua orang tua atau surat keterangan sebagai pengganti KTP el sementara ( asli dan fotokopi );
2. Kartu keluarga ( asli dan fotokopi ); 
3. Akta kelahiran ( asli dan fotokopi );
4. Akta perkawinan atau buku nikah orang tua ( asli dan fotokopi );
5. Bukti/sertifikat pendaftaran kewarganegaraan ganda terbatas bagi anak subjek kewarganegaraan terbatas (asli dan fotokopi);
6. Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama ( asli dan fotokopi ); 
7. Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki paspor biasa (asli dan fotokopi);
8. Bagi yang akan melaksanakan ibadah umroh melampirkan rekomendasi dari kantor kementerian agama kabupaten / kota dan surat keterangan dari penyelenggara perjalanan ibadah umroh ( ppiu )(asli);
9. Bagi pemohon yang paspor lamanya hilang, agar melampirkan surat keterangan hilang dari kepolisian yang mencantumkan nomer paspor dan masa berlaku paspor lama yang hilang ( asli );
10. Melampirkan dan memenuhi persyaratan-persyaratan sesuai Surat Edaran Dirjen Imigrasi Nomor IMI-1562.GR.01.01 Tahun 2014: 
● Paspor orang tua (bila anak pergi bersama orang tua ke luar negeri)(asli dan fotokopi);
● Surat pernyataan bermeterai cukup dari kedua orang tua yang berisi antara lain bertanggung jawab terhadap keberadaan paspor anak, keberangkatan dan kepulangannya ke indonesia (bila anak pergi bersama orang tua ke luar negeri) (asli);
● Ktp elektronik orang yang akan membawa keluar negeri yang masih berlaku (bila anak pergi bukan bersama orang tua ke luar negeri)(asli dan fotokopi);
● Paspor orang yang akan membawa keluar negeri yang masih berlaku (bila anak pergi bukan bersama orang tua ke luar negeri)(asli dan fotokopi);
● Surat pernyataan bermeterai cukup dari kedua orang tua yang berisi antar lain: pemberian izin bagi anak untuk memperoleh paspor dan berpergian keluar negeri bersama orang lain (bila anak pergi bukan bersama orang tua ke luar negeri)(asli);
● Surat pernyataan bermeterai cukup dari orang yang akan membawa anak, yang berisi antara lain: pernyataan bertanggung jawab terhadap keberadaan anak dan paspor yang dimilikinya, keberangkatan dan kepulangnya ke indonesia (bila anak pergi bukan bersama orang tua ke luar negeri) (asli);
● Kedua orang tua wajib hadir pada saat wawancara (bila salah satu tidak hadir karena alasan yang dapat dipertanggung-jawabkan, salah satu orang tua yang hadir wajib melampirkan surat kuasa dari yang berhalang hadir)(asli);
● Jika orang tua pemohon sudah bercerai lampirkan surat cerai dan hak asuh dari pengadilan (asli dan fotokopi). Orang tua pemegang hak asuh wajib hadir saat wawancara.

11. Dokumen tambahan dapat diminta kepada pemohon oleh petugas bila ditemukan keraguan saat dilakukan wawancara.
Pastikan data pada setiap dokumen sama ya. 

Jika terdapat perbedaan data pada dokumen identitas diri agar dapat di benarkan terlebih dahulu.
Surat asli dokumen dan paspor lama (bagi yang telah memiliki paspor) harus dibawa lengkap saat pengajuan paspor. Urusannya jadi panjang karena harus melalui proses sidang untuk membenarkan identitas yang berbeda itu.

Permohonan kita akan ditolak bila tidak lengkap/tidak sama/tidak identik  dan pembayaran permohonan paspor yang telah tersetor pada kas Negara tidak dapat dilakukan penarikan kembali.

PENTING NIH! 

fotokopian KTP dan paspornya harus dalam A4 ya. TIDAK BOLEH dipotong, JANGAN bolak balik. Seperti format dibawah ini :



3. Datang ke Kanim sesuai tanggal yang didaftarkan dan jam yang diinfokan oleh Kanim via WA.
Nanti ada meja pendaftaran online. Di situ kita perlihatkan kode booking kita. Lalu dia akan kasih formulir isian paspor dengan mapnya. ISI PAKAI TINTA HITAM only. Formnya kayak gini :


Kalau mau bikin e paspor, tulis di cover dalem map nya "e paspor" dan tulis juga kode booking kita. 

4. Pemeriksaan kelengkapan dokumen oleh petugas

Setelah formulirnya kita isi, dan copy dokumen yang diperlukan kita masukkan dalam map, Kita antri di meja pendaftaran untuk dilakukan pengecekan dokumen. Kalau sudah sesuai, bisa langsung dikasih nomor antrian. Biasanya yang bolak-balik diminta betulkan dalah fotocopy ktpnya salah. Ada yang diguntinh, atau bolak balik. 
Nah, kemarin Ameera dapet antrian prioritas karena dia anak umur 2 tahun. Senangnyaaa.
Di sana juga ada area bermain anak dan area menyusui. Jadi tenang kalau bawa baby. Tapi sebagai tips, kalau mau buat paspor anak,  sebaiknya ajak pendamping. Jadi  kita tetep fokus dengerin nomor antrian :)

5. Wawancara, foto dan scan sidik jari.
Setelah menunggu 30 menit (atau kurang ya? Cepet banget, soalnya dapet prioritas) kami masuk ke ruang wawancara untuk ditanya mau kemana, dll. Terus foto dan scan sidik jari. 

6. Form permohonan untuk dapat nomor tagihan pembayaran.

Setelah selesai wawancara dan foto tadi, kita bakalan dikasih sebuah form berisi nomor permohonan. Nantinya, kita WA -kan nomor itu ke nomor yang tertera di sana. Itu adalah nomor SIGAP imigrasi. Sebaiknya WAnya besoknya ya. Sehari setelah wawancara. Karena kalau di hari yang sama biasanya no. Tagihannya blm keluar.

7. Membayar tagihan sesuai kode tagihan (G2)
Gampang banget. Atm bisa, m banking bisa, i banking bisa, teller bisa. Sebaiknya segera dibayar ya, karena biasanya paspor diproses sehari setelah pembayaran. Ph iya, biaya e paspor Rp. 655.000. 2 kali lipatvpaspor biasa, yang harganya Rp.325.000 . 


8. Tunggu WA dari SIGAP IMIGRASI untuk pengambilan paspor.
Serius, mereka bakalan ngirim WA kapan kita bisa ambil paspor kita. Cepet banget lagi.
Ah, puas deh. Ga perlu pake calo juga karena bikinnya gampang banget. Nah, untuk pengambilan, jangan lupa bawa form permohonan yang dikasih waktu wawancara, sama bukti pembayaran ya. Buat jaga-jaga, bawa juga dokumen pendukung seperti KTP,KK, dll. (Waktu ngambil tadi sih ga ditanya) hehe. 
Tadaaa jadi deeeh. 

perbandingan e paspor dengan paspor lama

Naaaah. Gimana? Mudah kan? Bikin sendiri ya, jangan pakai calo. Karena kalo pakai calo, kita mendukung dong adanya percaloan? Salut untuk kanim Jakpus buat pelayanannya. Thank You! 



Monday, 1 September 2014

Penang - Malaysia Yang Berkesan

Mendengar kata Malaysia, mungkin semua orang sudah tidak asing. Namun belum tentu dengan nama Pulau Penang. Bagi sebagian orang nama ini mungkin tidak Familiar. Padahal, pulau ini merupakan bagian dari Malaysia.

Mengunjungi Penang di Juli lalu, kesan pertama yang  saya dapat adalah : akulturasi budaya. Ada tiga etnis mayoritas di pulau ini. Melayu (Malaysians), Chinese dan Indian. Mereka hidup berdampingan dengan rukun. Meski dengan kebangsaan, agama dan budaya yang berbeda, sama sekali tidak berpengaruh pada kehidupan sosial mereka. Melihat hal seperti ini, terkadang miris mengingat di Indonesia masih terjadi tawuran untuk hal-hal yang sebenarnya.., ah sudahlah. Bahkan mencela sesama muslim. Padahal, kerukunan seperti itu sudah lama sekali dicontohkan Rasullullah.

Oke, sebelum bercerita tentang tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi, yuk kita kenalan dulu sama Pulau Penang.
Foto gabungan from wikipedia

Seperti yang tadi sudah ditulis,  Penang adalah sebuah pulau bagian dari Negara Malaysia. Salah satu pulau yang terkaya dan termaju, di Negaranya. Pulau ini diberi nama Penang karena konon katanya dulu di pulau ini banyak buah Penang.

Pulau ini merupakan "paket lengkap" bagi turis yang mencari suasana dan nuansa yang beragam. Buat yang suka jalan-jalan, mulai dari nuansa daerah industri modern, nuansa kota pelabuhan, kota tua yang penuh sejarah, kawasan wisata pantai, sampai hijaunya hutan lindung yang sangat terjaga, semuanya ada di pulau ini. Sayangnya, tidak semua tempat saya kunjungi. karena terbatasnya waktu (dan dana :p) hehe.

Keanggunan George Town - Esplanade

George Town adalah kota tuanya Penang. Kota ini adalah kota yang bersejarah sampai dinobatkan sebagai kota warisan sejarah yang terdaftar di UNESCO. Tentu saja hal yang menonjol di tempat ini adalah bangunan-bangunan tuanya. Bila datang ke sini malam hari, sama seperti kota tua di Jakarta, gedung-gedung tua itu tampak lebih elegan.


Esplanade - George Town- Dokumentasi pribadi

Capek berjalan-jalan di kota tua, saya memutuskan untuk mengisi perut. Tepat di pinggir pantai, jejeran toko makanan menyilakan saya untuk segera memilih. Pilihan saya akhirnya jatuh pada kios bernama Pasembur. kios ini menyajikan makanan olahan ikan yang enaak banget. Minumnya? teh tarik laaah :D.


Ramainya Little India

Mungkin tidak jauh berbeda dengan Little India yang ada di Singapore atau di negara lain. di sini, sepanjang jalan, toko-toko yang dikelola oleh orang India ramai menjual berbagai jenis barang. Jika ingin mencari oleh-oleh khas India di Penang, tentu saja tempat ini tempat yang tepat.


Menikmati durian Penang

Ada sebuah klaim yang menyatakan bahwa durian Penang is one of the best durian in the world.  Saya belum percaya sampai saya mencobanya. Meski saya belum pernah keliling dunia untuk mencoba durian, namun sebagai penggemar durian, saya dengan percaya diri mengatakan bahwa durian Penang is one of the best durian i've ever tasted! Legit dan manis. Dengan kisaran harga 35- 45 Ringgit Malaysia ( Juni 2014 - 1 RMY = Rp. 3400) per buah durian, dijamin tidak akan kecewa! enaaaak bangets!


Kuliner di Bayan Lepas

Tidak sulit untuk menemukan makanan halal di Penang. Makanan khas di sini selain nasi lemak diantaranya adalah nasi kandar dan sotong kangkung. Ada satu tempat nasi kandar yang sangat terkenal dan selalu ramai setiap hari. Namanya dalah Nasi Kandar Kayu. Jika berkunjung ke sini, mungkin setiap supir taxi tahu di mana letaknya. Di sini tersedia nasi dengan berbagai macam lauk yang menggiurkan. Lauk daging ayam disajikan dengan potongan yang sangat besar. Mengenai rasa, mungkin tidak jauh berbeda dengan masakan padang karena dibuat menggunakan banyak rempah (saya tetap lebih cinta nasi padang sih :D). Namun sedikit berbeda karena ada "taste india"nya. Enaaak! penasaran? lebih dari sekadar foto, nih web resmi mereka http://www.originalkayu.com.my/about.html . Puas-puasin deh lihat menu makanan mereka yang mmmm so yummy!

Berbeda dengan nasi kandar, sotong kangkung adalah kuliner yang saya rasa, cukup sekali saja deh, saya makan. Hehe. Saya pribadi tidak suka rasanya namun tidak buruk juga, untuk sebuah makanan. Sotong kangkung ini adalah makanan yang terdiri dari potongan sotong yang diletakkan di atas tumisan kangkung, lalu disiram dengan menggunakan saus manis dan ditaburi wijen di atasnya. Beginilah penampilannya :


Gimana? tertarik untuk mencoba? datang saja ke Penang. :)

Regards,
Kiki
   

Monday, 2 June 2014

Thailand Journey

Hello, Thailand!


Kami tidak dapat memastikan apa yang membuat hati kami tertarik pada sebuah Negara bernama Thailand, sehingga kami memutuskan untuk memesan tiket dan pergi ke sana. Entahlah. Bahasanya? Kebudayaannya? Mungkin kami tidak bisa meneriakkan dengan antusias apa yang menjadi alasan kami, tapi kami sepakat bahwa film roman dan film bergenre sosial-persahabatan -produksi negara tersebut-yang dikemas dengan apik memberi pengaruh yang cukup kuat pada pikiran dan mungkin- hati kami.
 Jadi begitulah; tidak terlalu lama kami mencari tiket murah, hingga akhirnya tiket menuju Bangkok dengan airport internasional tujuan Don Moeang berhasil kami genggam.
 Hari pertama :

Bandara Don Moeang menyambut kedatangan kami pukul 9 malam ( tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Bangkok) . Kami menyusuri bandara dengan agak kikuk karena mata kami segera disuguhkan dengan tulisan meringkel-ringkel khas Thailand. Tapi ada rasa senang yang menyergap hati kami. Karena kami menyadari : petualangan baru akan dimulai!
Kami berjalan gontai menuju bagian imigrasi. Tiba-tiba dari arah kursi yang diduduki orang berwajah asia memanggil kami “Permisi mbak, ada pulpen? Belum isi dokumen imigrasi.” Kami menoleh. Oh, orang Indonesia. Satu orang perempuan dan satu orang laki-laki. Dengan segera aku mengaduk isi tas kecilku mencari satu-satunya pulpen yang aku bawa.

“Ini” aku menyerahkan pulpen berwarna merah bertuliskan ‘University of Reading’. Lalu aku dan Marwah mengisi waktu menunggu kami dengan mengambil gambar di lorong tempat kami berada. Lagipula tempat tersebut memang sedang sepi.
Tidak lama kemudian, mereka kembali menegur kami.
“Ini sudah selesai. Terimakasih.” Yang perempuan menyerahkan pulpen itu kembali padaku. Aku tersenyum dan mengambilnya.
“Sama-sama. Maaf, namanya siapa?” aku mengulurkan tangan.
“Bony.” Katanya menyambut uluran tanganku.
“Kiki” kataku dengan tersenyum. Lalu kami berempat saling berkenalan dan berjalan bersama menuju bagian imigrasi.

Tidak terlalu lama kami mengantri, akhirnya giliran kami menuju meja imigrasi yang dilengkapi kamera. Aku menyerahkan paspor dan dan dokumen Imigrasi. Setelah dibaca, petugas itu menyerahkan kembali dokumen imigrasi yang telah kuisi.
“where do you live in Thailand?” tanyanya dengan bahasa Inggris berdialek Thailand.

Aku berpikir sejenak. Di mana ya? Aku dan Marwah kan niatnya mau langsung cari hostel termurah setelah sampai tujuan?
So I replied,
“I haven’t decided it yet. We’re looking for a hostel soon in Khaosan”

Tapi dahinya berkerut. Wrong answer baby! Dan dia mengatakan kalau aku harusnya sudah membooking hostel sebelum aku sampai. Sebenarnya aku tahu itu. Beberapa buku traveling mengatakan hal yang serupa. Semua Negara yang akan dikunjungi menyarankan begitu. Apalagi dengan Negara yang harus mengajukan visa. Hal tersebut jadi syarat penting.
Di tengah kebingungan kami, laki-laki yang tadi berkenalan dengan kami meneriakkan sebuah nama tempat pada kami.

“Lucky Guest House” Katanya. Kami segera menyebutkan kembali dan menuliskan nama hostel itu pada lembar imigrasi.
“Okay, now look at the camera.” Petugas tersebut akhirnya menerima dokumen imigrasi kami. Caranya mengatakan ‘camera’ membuatku tersenyum. Dia mengganti huruf ‘r’ dengan ‘l’. yup, seperti orang cadel. Tapi mungkin memang begitulah cara dia berbahasa Inggris. Akhirnya kami selesai.  Aku dan Marwah mengabungkan diri dengan mereka berdua.
“Terimakasih” kataku pada mereka. Mereka tersenyum. Kami berjalan bersama-sama menuju pintu keluar Airport.
“Jadi kalian belum booking penginapan?” kata yang perempuan.
“Kalau ke luar negeri harus udah booking dulu. Baru pertama ke luar negeri ya?” yang laki-laki menyahut dengan senyum yang sedikit geli. Aku mencoba tersenyum.
“Kami sudah pernah ke Oman kok.” Marwah menjawab cepat.
“Oh” katanya.
Lalu hening sejenak.
“Mau menginap di tempat kami? Lucky Guest House?” si laki-laki itu bertanya. Matanya tertuju pada Marwah. Marwah memandangku, seolah bertanya ‘How?’
“Murah kok di sana.” Katanya lagi.
“ Mmmm sebenarnya kami punya rencana sendiri.” Tapi entah mengapa kaki kami mengikuti langkah kedua orang itu, meski kepala kami sibuk berpikir. Setelah beberapa kali berkasak-kusuk dengan Marwah, akhirnya disepakati bahwa we’re stick on the plan.
“Maaf Kayaknya kita nggak ikut kalian” Marwah mewakili untuk pamit. Mereka mengangguk. Lalu aku dan marwah berjalan kembali masuk ke bandara menuju Tourist Information.

***
Dari tourist information yang kami datangi, kami mendapat informasi bahwa bus yang akan membawa kami menuju khaosan adalah bus orange bernomor 59. Tak lupa kami menanyakan ongkos busnya. Setelah bertanya pada tourist information yang terletak dekat pintu keluar bandara tersebut, kami berhenti di kios kecil dalam bandara untuk menukar uang. Kami membeli dua air mineral yang merknya akan selalu kuingat karena itu adalah air mineral yang rasanya paling aneh yang pernah kuminum. Meninggalkan rasa pahit dan tidak nyaman di lidah dan tenggorokan.
Psst.. merknya ‘Taurus’. :D

Setelah kami tertawa-tawa karena mengomel-ngomel dalam bahasa Indonesia akibat si air mineral menyiksa itu, Kami memutuskan untuk membuka peta sebelum kami keluar (lagi) dari bandara dan mencari penginapan. Ketika kami sedang fokus membuka-buka peta di ruang tunggu, seorang pria paruh baya menyapa kami.
“Assalamualaikum. Indonesia?” katanya. Aku dan Marwah berpandangan.
“Waalaikumsalam. Iya kami dar Indonesia.” Kami menjawab hampir berbarengan.
“Dari mana? Jakarta?” tanyanya lagi.

Kami mengiyakan. Lalu tanpa diminta, ia bercerita cukup banyak tentang dirinya. Bahwa ia adalah orang Indonesia dan tinggal lama di Indonesia, bahwa kerusuhan Indonesia membuatnya pergi ke Bangkok dan membuka usaha, bahwa ia pernah juga tinggal di Australia dan membuka toko kelontong, sampai cerita bahwa ia pernah bercerai dan akhirnya menikah dengan orang Thailand dan kini membuka bisnis pariwisata. Kami mendengarkan dan sesekali berkomentar. Lalu akhirnya fokusnya teralih.
“Kalian mau tinggal di mana di Thailand?” Ia menyadari bahwa kami butuh bantuan. Kami tidak dapat menemukan tulisan ‘Khaosan’ pada peta yang kami peroleh dari tourist information.
“Kami mau ke Khaosan Road.” Kami menjawab.
“Oh, kawasan itu memang kawasan turis. Tapi kalau tidak salah, di dekat situ besok akan ada demo. Jadi sebaiknya kalian tinggal agak jauh di situ. Kalian muslim kan? Kalian bisa tinggal di bang lumpoo (baca: bang lampu)” Katanya memberi keterangan yang sebenarnya kurang membantu karena yang ada di otak kami adalah : where is Khaosan? Is it near or far from here? How can we go there? Etc. Tapi percakapan itu akhirya berakhir dengan kami berpamitan (karena hari semakin malam) dan ia menyerahkan sebuah kartu nama. Kami membacanya sekilas : Mr. Dika Prasetya – Advance finance consultant.

 Tidak lupa ia berpesan,
“Kalau ada teman kalian dari Indonesia mau jalan-jalan di sini bisa hubungi aku” katanya dengan senyum.
***
Kami berjalan menuju bus stop yang tidak begitu jauh dari pintu keluar bandara. Di sepanjang trotoarnya telah dipenuhi taxi argometer berbagai warna siap mencari penumpang. Mata kami sigap memperhatikan bus-bus yang lewat. Sehingga jika bus bernomor 59 lewat, kami akan siap.
Dan benar saja, kurang lebih sepuluh menit kami berdiri di sana, bus bernomor 59 berhenti di depan kami. Kami segera naik dan duduk di kursi yang kosong. Lalu kami bertanya pada ibu kondektur bus yang bertugas,
“Khaosan.” Kami berbicara agak keras karena takut tidak terdengar.
“Oh no. no. no. No Khaosan. No.” katanya cepat sambil megibas-ngibaskan tangan bertanda ‘tidak’.
What? So how? We have to stop here?  Katanya bus nomor 59 lewat Khaosan? gimana sih?
“Please stop. We’re just gonna stop here.” Akhirnya kami memutuska untuk turun. Daripada nyasar. Ribet kan?
Then here we are. Di tempat bus stop yang gelap sedikit remang karena kurang cahaya. Berpikir keras. Sedikit panik dan bingung. Please, ini hari pertamaaaa… L

 Lalu kami melihat seorang pemuda yang berdiri tidak jauh dari tempat kami berdiri. Dengan sedikit nekad kami mendekatinya, berharap mendapat pencerahan.
“Excuse me, do you speak English?”
Dan ternyata, dia tidak bisa bicara bahasa inggris sodara-sodara! Pupuslah harapan kami padanya. Kami lalu duduk di tempat menunggu bus. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya kami memutuskan untuk naik taxi menuju Khaosan. Yah, mudah-mudahan saja tidak mahal
Setelah kami menyetop taxi dan menaikinya, kami segera bilang pada pak sopir.
“Khaosan please.”
And you know what? He just ngoceh-ngoceh tidak jelas seperti menggerutu. Oh my God, ternyata dia juga tidak bisa bahasa inggris! Sementara ia melajukan taxinya 100 km / jam. Kami berusaha tenang dan terus berdoa semoga saja si supir taxi tidak jahat. Setelah lama harap-harap cemas dan mengalami gangguan telinga akibat ocehan dan desahan dan gerutuan pak sopir itu, akhirnya kami tiba di khaosan road.
“Kaosan nah. Khaosan.” Katanya dengan dialek Thailand yang sangat jelas.
“Right. Ok just stop here.” Kami mengiyakan. Akhirnyaaa sampai juga kita di Khaosan!

***
 Tidak seperti jalanan Bangkok yang lain-dari bandara menuju Khaosan yang terbilang sepi (buktinya di dalam kota si supir kecepatannya 100 km/jam), di Khaosan road justru sebaliknya. Hingar bingar musik yang menghentak keras seakan tak kenal lelah. Setiap tempat adu volume. Turis-turis yang mayoritas berkulit putih berlalu-lalang dengan pakaian seadanya. Membuat kami bergidik ngeri. Inikah kehidupan malam mereka? Kami berjalan dengan agak risih. Bagaimana tidak? Kami dua perempuan berhijab berjalan di keramaian khaosan road yang seperti itu.
Akhirnya, kami sampai pada sebuah penginapan yang berada di jalan yang cukup sepi. Kami memutuskan menginap di sana karena beberapa alasan. Berdasarka review sebelumnya, tepat di depan penginapan itu ada semacam gedung pujasera tempat makanan halal. Jadi itu akan memudahkan urusan logistik kami. Sayangnya, saat itu, 24 November 2013 – gedung itu sedang di renovasi. Namun begitu, faktor badan yang kelelahan dan kelaparan serta suasana yang sepi membuat kami akhirnya  membooking kamar dengan fasilitas ac, kulkas tv dan water heater seharga 900 baht itu. Penginapan itu terletak di Tanee Road, dengan nama ‘Thai Cozy House’.

Selesai dengan urusan penginapan, kami dihadapkan pada urusan perut. Setelah berjalan menyusuri khaosan road yang hingar bingar itu, kami memutuskan untuk makan di sebuah mini resto India. Restoran halal. Kami menyantap nasi biryani yang kami pesan dengan lahap. Tadinya untuk berhemat kami tidak memesan minuman, namun dengan baik hati si pemilik restoran memberikan kami 2 botol air mineral. Okay, perut kenyang, mata ngantuk.


Setelah kami kembali ke penginapan dan bersih-bersih diri, tidak butuh waktu lama bagi mata kami untuk terpejam.
Sampai jumpa lagi besok, Bangkok!
***
Hari kedua :

Kami terbangun dengan perasaan senang. Karena begitu kami membuka mata, kami ingat bahwa kami sedang berada di Thailand untuk berpetualang. Maka kami segera bersiap-siap untuk mengunjungi beberapa destinasi hari ini.
Beruntung, kami tidak perlu repot mencari sarapan karena penginapan kami menyediakan sarapan gratis untuk dua orang. Satu porsi berisi dua butir telur ceplok, dua lembar roti yang dilengkapi dengan butter dan selai, plus satu cangkir teh hangat ( tehnya boleh nambah). Lumayan buat penghematan biaya perut. Hehe. Tidak sedikit orang yang memperhatikan kami saat kami sarapan. Ya, ya mungkin karena (lagi-lagi) kami mengenakan hijab dan kami cantik :p .

Hari ini kami akan mengunjungi sejumlah tempat wisata yang letaknya berdekatan karena berada dalam satu wilayah, yaitu Rattanakosin Island. Disebut pulau karena wilayah atau area tempat wisata ini berbatasan dengan Chao Praya River dan beberapa sungai kecil ( alam bahasa Thailand dsebut khlong), sehingga tampak seperti pulau. Karena Cukup banyak yang bisa dikunjungi di sana, kami mengagendakan waktu satu hari untuk berkeliling. Okay, berikut ini list bangunan yang kami ingin kunjungi :
1.       Grand Palace
2.       Temple of The Emerald Buddha (Wat Phra Kaew)
3.       Temple of Reclining Buddha (biasa dikenal dengan sebutan Wat Pho)
4.       Temple of the Dawn (Wat Arun)
5.       National Museum.
Tidak sulit untuk menuju tempat-tempat tersebut karena dari penginapan kami, kami cukup berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit. Bukan hal yang menjemukan karena kami bisa sambil melihat-lihat keadaan jalanan Thailand. Terlebih lagi waktu itu, 25 November 2013, demo sedang berlangsung di area pemerintahan di kota Bangkok. Dan kami berjalan melewati kerumunan orang yang berdemo.  Syukurlah demo hari itu berlangsung damai, tidak ada kericuhan apalagi sikap anarkis yang merugikan. Setelah 30 menit berjalan, akhirnya kami tiba di Grand Palace dan Emerald Buddha karena tempatnya memang bersebelahan. Sudah banyak sekali turis yang datang. Bermata biru, bermata sipit, berkulit terang, berkulit gelap, dan mereka mengoceh dalam bahasa yang kebanyakan tidak aku mengerti. Perlu diketahui bahwa untuk memasuki kawasan ini, pengunjung harus berpakaian sopan. Tidak boleh mengenakan atasan yang terlalu terbuka dan bawahan yang terlalu pendek. Turis-turis yang tidak masuk klasifikasi, diharuskan mengganti atau melengkapi baju mereka di tempat yang telah disediakan.

Grand Palace dan Emerald Buddha
Tempat ini terletak di Na Phra Lan Road, buka setiap hari pada pukul 08.30 – 16.30. untuk memasuki kedua tempat ini, dikenakan biaya sebesar 500 Baht (25 November 2013- 1 Rupiah = 380 Baht).

Bersambung...

Pergi ke Pari sebelum ke Paris :D


Postingan kali ini throwback jauh ke saat-saat kami masih kuliah. Sudah lama sekali tapi pengalaman ini sangat tidak terlupakan. Karena perjalanan ini adalah petualangan pertama kami traveling berdua. Bahkan kami sendiri tidak percaya keberangkatan kali itu terjadi karena terjadi dalam sekedip mata. Hari itu memang sudah direncanakan untuk Kiki singgah di rumahku. Tiba-tiba kami bosan dan bingung, berfikir enaknya ngapain ya?

Waktu itu entah kenapa memang sedang hangat-hangatnya trend jalan-jalan ke pulau seribu dan banyak pula broadcast message travel agent yang  bersaing menawarkan penawaran terbaiknya. Pembicaraan kami mengarah ke traveling tanpa kami sadari. Tiba-tiba datang sebuah ide untuk bertualang!

“Key, ke Pulau Seribu yuk” Ajakku spontan.

“Serius? Ayuk aja aku mah”

***

Kami browsing banyak mengenai pulau seribu dan bertemu sebuah website yang menawarkan harga yang lumayan mahasiswa pocket. Maklum lah, kami ketika itu adalah mahasiswa yang mengandalkan Side Job sebagai tumpuan jajan tambahan kami untuk keperluan memenuhi hasrat. Hehe. Travel agent ini menurut kami sangat pas karena menawarkan perjalanan 2 hari 1 malam yang jadwalnya sangat menarik. Dalam 2 hari sudah bisa ke berbagai tempat, dan bisa ikut dengan rombongan orang lain. Berbeda dengan travel agent lain yang pada umumnya mewajibkan 3 hari 2 malam perjalanan.

Kami saling pandang. Is this for real? Kita 2 perempuan nekad pergi traveling? Tapi kan gak jauh-jauh banget. Cuma 2 hari 1 malam kok.

Akhirnya,

“Gue oke! Lo?”

 “Oke! Tinggal tanya Bunda”

 Aku teringat ayahku yang jauh disana. Meski tidak akan ketauan kalau tidak izin, tapi aku tidak akan merasa tenang kalau tidak izin, meski itu pekerjaan yang sangat berat buatku karena anak perempuan memang pada umumnya jadi perhatian lebih. Alhamdulillah kami berdua diberi Izin.

 Tanpa persiapan apapun, kami mengemas keperluan-keperluan seadanya. Kiki meminjam bajuku, dan tentu saja dia terlihat seperti anak-anak yang menggunakan baju orang dewasa. Bukan salah dia badanku bongsor. Hihi.

***


Dengan taxi biru, kami berangkat subuh-subuh dari rumah menuju pelabuhan Muara Angke. Dan sangat diluar dugaan ketika kaca mobil dibuka untuk mengambil tiket masuk pelabuhan. Hanya 5 detik dibuka kemudian ditutup kembali, satu detik kemudian kami seperti ikan dilempar ke daratan. Taxi itu bau busuk, aku dan kiki hampir tidak bisa bernafas. Mau buka jendela bukannya membantu malah akan memperburuk keadaan. Pelabuhan Muara angke sangat bau karena tempat perdagangan ikan laut yang sangat besar. Tempatnya becek dan sangat tidak terawat. Kaget sekaget-kagetnya. Kami segera keluar taxi.

***

Kapal kami telah menunggu sejak pukul 5, dan akan berangkat pukul 7. Sudah banyak penumpang yang duduk di dalam. Mungkin karena kapal hanya untuk menyebrang sehingga tempat duduk sangat terbatas di bawah. Bagian atas tidak ada tempat duduk sama sekali dan semua orang lesehan bahkan tidur-tiduran diantara barang-barang yang mereka bawa. Ada sekelompok anak-anak setingkat SMA yang selama perjalanan bercanda ria, ada yang berpasang-pasangan seperti hendak bulan madu, ada pula rombongan keluarga  yang bawaannya seperti mau pindah rumah. Pemandangan yang sangat menarik.

Di tengah perjalanan kami melewati berapa pulau yang tampak seperti tidak berpenghuni, ada pula pemandangan nelayan yang sedang melempar jaring untuk menangkap ikan. Ada pula kapal lain yang melintas. Angin dan ombak yang tenang membuat perjalanan kami terasa menenangkan. 2 jam perjalanan menyebrang, tibalah kami di pulau pari.

Kami berdiri kebingungan akan dijemput siapa, ternyata kami dijemput oleh angkutan motor yang memiliki bak dibelakangnya seperti mobil bak. Kami tidak berdua saja, ada dua penumpang lainnya yang ikut bersama kami. Ternyata mereka juga ikut dengan travel agent yang sama dengan kami. Dan mereka juga 2 orang  perempuan.  Kami berkenalan dan alhamdulillah kami cocok berteman dengan mereka. Rani dan Tiara.

***

Tiba di Mes, kami langsung ambil barang yang kami perlu dan berangkat untuk snorkling. Kami diantar dengan sampan bermesin ke tengah lautan. Aku takjub karena selama ini yang aku ketahui adalah semua laut itu sangat dalam. Ternyata di tempat kami snorkling ada batu karang yang tinggi sehingga kami bisa berdiri di tengah laut. Ikan beragam warna dan jenis tampak jelas didepan mata. Seperti memasukkan kepala ke dalam aquarium. Tanaman-tanaman liarpun tampak jelas. Betapa bersyukurnya aku dapat melihat keindahan ciptaan Allah yang mungkin tidak semua orang bisa lihat. Aku berucap “Fabiayyi aalaa irabbikuma tukadzibaan”.

Kami berenang jauh sampai tidak sadar bahwa dibawah kami sudah tidak ada karang lagi. Kami kaget dan segera kembali ke tempat yang berkarang kembali. Sebenarnya sudah diperingati oleh instrukturnya, kami saja yang terlalu asik dengan keheranan kami.

Berkat teman baru kami, kami punya foto snorkling.

Sayangnya kami tidak punya foto dalam air, kami hanya dijanjikan akan diberi foto kami yang dilaut, tapi karena untuk mendapatkannya kami  harus menggunakan kamera salah satu traveler juga ,  sang guide tidak bisa memberi kami foto-foto itu. Sungguh sangat mengecewakan.

Sepulang kami dari snorkling, kami diarahkan ke pantai harapan, bersepeda. Jaraknya lumayan jauh bagi yang belum terbiasa dengan bersepeda seperti kami. Tentu pegal-pegal. Hehe. Setibanya di pantai harapan, kembali kami disuguhkan dengan keindahan alam ciptaan Tuhan. Pantai itu Indah sekali, pasir putih terbentang luas, airnya hijau kalau dilihat dari jauh dan sangat bening ketika kita dekati. Kami dapat melihat ikan-ikan kecil berenang didekat kaki kami. Pantai itu tidak terlalu ramai sehingga kami bisa bermain-main air sepuasnya. di sisi lain, Ada beberapa rombongan yang bermain voli. Kami berempat minum air kelapa, memesan mie rebus sambil bertukar cerita. Sore itu sangat berkesan.

Sepulang dari pantai, kami mengayuh sepeda kami dan kemudian kembali dan bersiap untuk acara malam. Bakar jagung dan seafood. Padat sekali memang schedule kami, menyerupai artis papan atas. Hehe. Aku kira acara itu akan garing dengan akan terciptanya kubu-kubu dari beda-beda kelompok traveler, ternyata acara itu sangat hidup dan seru. Guide kami mengarahkan acara sehingga kami semua dengan rombongan lain bermain game, tanpa terkecuali. Kami bermain game dengan mengelilingi api unggun yang menerangi gelapnya tempat itu. Ada hukuman bagi yang kalah. Ada yang nyanyi ada yang joget, seru sekali, liburannya terasa hangat. We were so satisfied.

Kami setelah itu beristirahat di kamar masing-masing, kamar kami terpisah dengan Rani dan Tiara. Dikamar kami ada 6 orang termasuk kami berdua. Untuk bisa sekamar dengan perempuan kita harus pesan terlebih dahulu, kalau tidak bisa-bisa digabung dengan laki-laki. Umumnya yang digabung adalah yang sudah berkeluarga, suami isteri. So, but kamu yang mau traveling hati-hati yah.. J

Esok harinya agenda sedikit santai. Pagi-pagi kami berempat sudah janjian untuk kembali ke pantai untuk foto-foto dan sedikit menjelajah. Beruntung Rani membawa kamera SLRnya sehingga kami bisa bergaya-gaya sepuasnya.

Kami menemukan beberapa sampan berjajar dan siap membawa kami berkeliling sekitar pulau itu. Seorang Bapak tua membawa kami berkeliling melihat pohon-pohon subur yang terendam air berwarna hijau muda, diatas kami terbentang luas langit biru berawan putih bersih. Angin yang berhembus pelan membuat kami sejenak diam untuk sekedar menikmati keadaan itu. Ya Allah, indah sekali alam ciptaanMu ini. Suasana itu tidak bertahan lama karena kami lebih memprioritaskan foto-foto. Hehe. Hampir setiap pose yang diambil bagus. Pemandangannya sangat mendukung. Kami juga punya foto berempat, thanks to Bapak pengayuh sampan yang sangat profesional dalam bekerja, sepertinya ia mempelajari menggunakan kamera juga. Hasilnya tidak buruk meski sedikit membuat wajah kita hampir tidak terlihat. Hehe.

Pulang dari tempat itu kami semua bergegas untuk ke Mes. Persis pukul 12 kami bertolak menuju halte antar jemput penumpang. Sebelum berangkat, kami sempat mengambil foto bersama dan guide kami juga berteima kasih dan berharap perjalanan kami berkesan. Sangat berkesan memang. J


***


Kami sedih sekali harus berpisah dengan teman-teman sesama traveler pulau pari.  Terutama Rani dan Tiara. Perkenalan kami yang hanya dua hari rasanya seperti sudah berteman lama. Tanpa kehadiran mereka mungkin perjalanan kami tidak akan begitu berkesan sehingga kami sangat merindukan perjalanan itu sampai sekarang. Rani, Tiara (semoga kalian membaca blog ini) thanks for being our friends the whole trip. We really miss you now!  Kami tidak pernah bertemu lagi sejak itu.

Perjalanan menyebrangi laut ke Jakarta lebih berkesan karena kita sekarang berempat. Di tengah perjalanan kami disuguhi dengan keindahan alam lagi. Airnya terpisah 2 warna, hijau dan biru. Subhanallah...


Entah mengapa ketika kami pulang, sepanjang perjalanan aku terfikir akan kebaikan Allah kepada kami. Perjalanan kami lancar semuanya, kami ditemani 2 teman baru, travel agent kamipun membuat kami nyaman dalam liburan kami, belum lagi semua keindahan alam yang aku lihat yang sangat asing bagiku. Indonesiaku begitu indah. Kesempatan itu mungkin tidak semua orang bisa dapat. Sungguh tiada aku bisa membalas seluruh kebaikannya.


Alhamdulillah...