Monday, 2 June 2014

Pergi ke Pari sebelum ke Paris :D


Postingan kali ini throwback jauh ke saat-saat kami masih kuliah. Sudah lama sekali tapi pengalaman ini sangat tidak terlupakan. Karena perjalanan ini adalah petualangan pertama kami traveling berdua. Bahkan kami sendiri tidak percaya keberangkatan kali itu terjadi karena terjadi dalam sekedip mata. Hari itu memang sudah direncanakan untuk Kiki singgah di rumahku. Tiba-tiba kami bosan dan bingung, berfikir enaknya ngapain ya?

Waktu itu entah kenapa memang sedang hangat-hangatnya trend jalan-jalan ke pulau seribu dan banyak pula broadcast message travel agent yang  bersaing menawarkan penawaran terbaiknya. Pembicaraan kami mengarah ke traveling tanpa kami sadari. Tiba-tiba datang sebuah ide untuk bertualang!

“Key, ke Pulau Seribu yuk” Ajakku spontan.

“Serius? Ayuk aja aku mah”

***

Kami browsing banyak mengenai pulau seribu dan bertemu sebuah website yang menawarkan harga yang lumayan mahasiswa pocket. Maklum lah, kami ketika itu adalah mahasiswa yang mengandalkan Side Job sebagai tumpuan jajan tambahan kami untuk keperluan memenuhi hasrat. Hehe. Travel agent ini menurut kami sangat pas karena menawarkan perjalanan 2 hari 1 malam yang jadwalnya sangat menarik. Dalam 2 hari sudah bisa ke berbagai tempat, dan bisa ikut dengan rombongan orang lain. Berbeda dengan travel agent lain yang pada umumnya mewajibkan 3 hari 2 malam perjalanan.

Kami saling pandang. Is this for real? Kita 2 perempuan nekad pergi traveling? Tapi kan gak jauh-jauh banget. Cuma 2 hari 1 malam kok.

Akhirnya,

Gue oke! Lo?”

 Oke! Tinggal tanya Bunda

 Aku teringat ayahku yang jauh disana. Meski tidak akan ketauan kalau tidak izin, tapi aku tidak akan merasa tenang kalau tidak izin, meski itu pekerjaan yang sangat berat buatku karena anak perempuan memang pada umumnya jadi perhatian lebih. Alhamdulillah kami berdua diberi Izin.

 Tanpa persiapan apapun, kami mengemas keperluan-keperluan seadanya. Kiki meminjam bajuku, dan tentu saja dia terlihat seperti anak-anak yang menggunakan baju orang dewasa. Bukan salah dia badanku bongsor. Hihi.

***


Dengan taxi biru, kami berangkat subuh-subuh dari rumah menuju pelabuhan Muara Angke. Dan sangat diluar dugaan ketika kaca mobil dibuka untuk mengambil tiket masuk pelabuhan. Hanya 5 detik dibuka kemudian ditutup kembali, satu detik kemudian kami seperti ikan dilempar ke daratan. Taxi itu bau busuk, aku dan kiki hampir tidak bisa bernafas. Mau buka jendela bukannya membantu malah akan memperburuk keadaan. Pelabuhan Muara angke sangat bau karena tempat perdagangan ikan laut yang sangat besar. Tempatnya becek dan sangat tidak terawat. Kaget sekaget-kagetnya. Kami segera keluar taxi.

***

Kapal kami telah menunggu sejak pukul 5, dan akan berangkat pukul 7. Sudah banyak penumpang yang duduk di dalam. Mungkin karena kapal hanya untuk menyebrang sehingga tempat duduk sangat terbatas di bawah. Bagian atas tidak ada tempat duduk sama sekali dan semua orang lesehan bahkan tidur-tiduran diantara barang-barang yang mereka bawa. Ada sekelompok anak-anak setingkat SMA yang selama perjalanan bercanda ria, ada yang berpasang-pasangan seperti hendak bulan madu, ada pula rombongan keluarga  yang bawaannya seperti mau pindah rumah. Pemandangan yang sangat menarik.

Di tengah perjalanan kami melewati berapa pulau yang tampak seperti tidak berpenghuni, ada pula pemandangan nelayan yang sedang melempar jaring untuk menangkap ikan. Ada pula kapal lain yang melintas. Angin dan ombak yang tenang membuat perjalanan kami terasa menenangkan. 2 jam perjalanan menyebrang, tibalah kami di pulau pari.

Kami berdiri kebingungan akan dijemput siapa, ternyata kami dijemput oleh angkutan motor yang memiliki bak dibelakangnya seperti mobil bak. Kami tidak berdua saja, ada dua penumpang lainnya yang ikut bersama kami. Ternyata mereka juga ikut dengan travel agent yang sama dengan kami. Dan mereka juga 2 orang  perempuan.  Kami berkenalan dan alhamdulillah kami cocok berteman dengan mereka. Rani dan Tiara.

***

Tiba di Mes, kami langsung ambil barang yang kami perlu dan berangkat untuk snorkling. Kami diantar dengan sampan bermesin ke tengah lautan. Aku takjub karena selama ini yang aku ketahui adalah semua laut itu sangat dalam. Ternyata di tempat kami snorkling ada batu karang yang tinggi sehingga kami bisa berdiri di tengah laut. Ikan beragam warna dan jenis tampak jelas didepan mata. Seperti memasukkan kepala ke dalam aquarium. Tanaman-tanaman liarpun tampak jelas. Betapa bersyukurnya aku dapat melihat keindahan ciptaan Allah yang mungkin tidak semua orang bisa lihat. Aku berucap “Fabiayyi aalaa irabbikuma tukadzibaan”.

Kami berenang jauh sampai tidak sadar bahwa dibawah kami sudah tidak ada karang lagi. Kami kaget dan segera kembali ke tempat yang berkarang kembali. Sebenarnya sudah diperingati oleh instrukturnya, kami saja yang terlalu asik dengan keheranan kami.

Berkat teman baru kami, kami punya foto snorkling.

Sayangnya kami tidak punya foto dalam air, kami hanya dijanjikan akan diberi foto kami yang dilaut, tapi karena untuk mendapatkannya kami  harus menggunakan kamera salah satu traveler juga ,  sang guide tidak bisa memberi kami foto-foto itu. Sungguh sangat mengecewakan.

Sepulang kami dari snorkling, kami diarahkan ke pantai harapan, bersepeda. Jaraknya lumayan jauh bagi yang belum terbiasa dengan bersepeda seperti kami. Tentu pegal-pegal. Hehe. Setibanya di pantai harapan, kembali kami disuguhkan dengan keindahan alam ciptaan Tuhan. Pantai itu Indah sekali, pasir putih terbentang luas, airnya hijau kalau dilihat dari jauh dan sangat bening ketika kita dekati. Kami dapat melihat ikan-ikan kecil berenang didekat kaki kami. Pantai itu tidak terlalu ramai sehingga kami bisa bermain-main air sepuasnya. di sisi lain, Ada beberapa rombongan yang bermain voli. Kami berempat minum air kelapa, memesan mie rebus sambil bertukar cerita. Sore itu sangat berkesan.

Sepulang dari pantai, kami mengayuh sepeda kami dan kemudian kembali dan bersiap untuk acara malam. Bakar jagung dan seafood. Padat sekali memang schedule kami, menyerupai artis papan atas. Hehe. Aku kira acara itu akan garing dengan akan terciptanya kubu-kubu dari beda-beda kelompok traveler, ternyata acara itu sangat hidup dan seru. Guide kami mengarahkan acara sehingga kami semua dengan rombongan lain bermain game, tanpa terkecuali. Kami bermain game dengan mengelilingi api unggun yang menerangi gelapnya tempat itu. Ada hukuman bagi yang kalah. Ada yang nyanyi ada yang joget, seru sekali, liburannya terasa hangat. We were so satisfied.

Kami setelah itu beristirahat di kamar masing-masing, kamar kami terpisah dengan Rani dan Tiara. Dikamar kami ada 6 orang termasuk kami berdua. Untuk bisa sekamar dengan perempuan kita harus pesan terlebih dahulu, kalau tidak bisa-bisa digabung dengan laki-laki. Umumnya yang digabung adalah yang sudah berkeluarga, suami isteri. So, but kamu yang mau traveling hati-hati yah.. J

Esok harinya agenda sedikit santai. Pagi-pagi kami berempat sudah janjian untuk kembali ke pantai untuk foto-foto dan sedikit menjelajah. Beruntung Rani membawa kamera SLRnya sehingga kami bisa bergaya-gaya sepuasnya.

Kami menemukan beberapa sampan berjajar dan siap membawa kami berkeliling sekitar pulau itu. Seorang Bapak tua membawa kami berkeliling melihat pohon-pohon subur yang terendam air berwarna hijau muda, diatas kami terbentang luas langit biru berawan putih bersih. Angin yang berhembus pelan membuat kami sejenak diam untuk sekedar menikmati keadaan itu. Ya Allah, indah sekali alam ciptaanMu ini. Suasana itu tidak bertahan lama karena kami lebih memprioritaskan foto-foto. Hehe. Hampir setiap pose yang diambil bagus. Pemandangannya sangat mendukung. Kami juga punya foto berempat, thanks to Bapak pengayuh sampan yang sangat profesional dalam bekerja, sepertinya ia mempelajari menggunakan kamera juga. Hasilnya tidak buruk meski sedikit membuat wajah kita hampir tidak terlihat. Hehe.

Pulang dari tempat itu kami semua bergegas untuk ke Mes. Persis pukul 12 kami bertolak menuju halte antar jemput penumpang. Sebelum berangkat, kami sempat mengambil foto bersama dan guide kami juga berteima kasih dan berharap perjalanan kami berkesan. Sangat berkesan memang. J


***


Kami sedih sekali harus berpisah dengan teman-teman sesama traveler pulau pari.  Terutama Rani dan Tiara. Perkenalan kami yang hanya dua hari rasanya seperti sudah berteman lama. Tanpa kehadiran mereka mungkin perjalanan kami tidak akan begitu berkesan sehingga kami sangat merindukan perjalanan itu sampai sekarang. Rani, Tiara (semoga kalian membaca blog ini) thanks for being our friends the whole trip. We really miss you now!  Kami tidak pernah bertemu lagi sejak itu.

Perjalanan menyebrangi laut ke Jakarta lebih berkesan karena kita sekarang berempat. Di tengah perjalanan kami disuguhi dengan keindahan alam lagi. Airnya terpisah 2 warna, hijau dan biru. Subhanallah...


Entah mengapa ketika kami pulang, sepanjang perjalanan aku terfikir akan kebaikan Allah kepada kami. Perjalanan kami lancar semuanya, kami ditemani 2 teman baru, travel agent kamipun membuat kami nyaman dalam liburan kami, belum lagi semua keindahan alam yang aku lihat yang sangat asing bagiku. Indonesiaku begitu indah. Kesempatan itu mungkin tidak semua orang bisa dapat. Sungguh tiada aku bisa membalas seluruh kebaikannya.


Alhamdulillah...

No comments:

Post a Comment