Iya, saya dan suami sepakat untuk menghindari kata tersebut, atau kalimat yang mengandung kata itu. Kami berupaya menggantinya dengan kalimat lain, atau lebih memilih mengatakan "tidak" dengan gelengan dan sorot mata jelas.
Misalnya, mengganti "Jangan lari" dengan "Jalan pelan ja yuk, nak!"
Judul di atas bukanlah teori semu. Coba saja, pada waktu yang tidak terduga, katakan pada sesorang di dekat anda. "Jangan lihat ke bawah!"
Apa reaksinya?
Yes, betul sekali. dia akan melihat ke bawah.
Bayangkan jika banyak sekali perintah dengan kata "jangan" pada anak-anak kita.
Apakah itu berlaku untuk anak-anak?
Well, tentu saja. Ketika kita berkata "jangan", maka sesungguhnya kita telah menyodorkan sesuatu untuk menjadi fokusnya.
#Komunikasi produktif
#KelasIIPbundsay
#level1
#day10
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment