Tetangga saya, memang senang sekali memperhatikan Ameera main di luar. Biasanya, Ameera main di luar pada pagi dan sore hari. Siapapun yang melihat Ameera bermain pasti mengiyakan bahwa Ameera ini memang aktif sekali. dia berlari ke sana sini dengan sesekali diiringi tawa riang. Aktifitas rutinnya itu tentu saja dengan pengawasan salah satu dari kami. Bisa saya, suami saya, atau Emak.
"Ameera, awas lubang!"
"Ameera, jangan lari-lari ke sana!"
kalimat itu tidak dikeluarkan oleh kami, tapi oleh mereka, tetangga kami yang ikut memperhatikan serunya Ameera bermain. Saya, atau suami saya, atau emak, tidak banyak berteriak. Untuk menjaga Ameera, kami hanya mengikuti langkah kecilnya. menghalagi lubang agar ia tidak terperosok, memindahkan batu, atau mengangkatnya sejenak untuk menghindari kubangan dalam.
Tidak ada masalah jika tetangga saya atau siapapun memperhatikan Ameera bermain, ikut mengawasinya, atau berkomentar. Tapi akan jadi masalah jika salah satu dari mereka mulai memberi label.
"Ameera, jangan lari ke sana! bandel ya!"
Oops. Alarm saya berbunyi mendengarnya.
Dengan tetap tersenyum saya melihat wajah orang itu dan berkata "Ameera nggak bandel, Ameera itu aktif. Dia belum lama baru bisa berlari. dia sedang mencoba kemampuan barunya dengan senang. Dia belum mengerti apa itu bahaya."
Tetangga saya terdiam. Mudah-mudahan dia tidak tersinggung. Tapi saya sungguh sangat menghindari label pada anak saya. Apalagi label negatif. apalagi Ameera masih 15 bulan.
Semoga, komunikasi saya sudah cukup tepat pada tetangga saya. Semoga tidak ada rasa tersinggung dalam dirinya. Aamin.
#komunikasiproduktif
#kelasIIPbundsay
#level1
#day9
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment